
Penambangan Emas
Secara umum, metode penambangan emas alivial dilakukan berdasarkan
endapan aluvial, antara lain : penambangan emas pada endapan
aluvial aktif ( muda ) yang dilakukan pada badan – badan sungai
mengunakan peralatan sederhana seperti dulangan atau wajan, linggis,
sekop, cangkul dan ayakan. Apabila penambangan dilakukan untuk
mengambil material aluvial purba atau aluvial recent yang terdapat
di tebing atau di darat, maka pengambilan biji emas dilakukan dengan
membuat sumuran atau paritan untuk mencapai lapisan yang diperkirakan
mengandung emas. Selanjutnya material yang diperoleh didulang di
sekitar lokasi lubang tambang.
Metode tambang semprot yang mengunakan mesin berkekuatan 5,5 pk/unit
untuk menambang emas pada aluvial tua atau tanah lapukan dari batuan
dasarnya, selanjutnya material tersebut dimasukkan dalam “sluice box “,
kemudian mineral – mineral beratnya di dulang.
Secara geologi, lokasi penambangan emas banyak dijumpai endapan –
endapan aluvial muda dan aluvial tua yang secara umum terdiri dari
fragmen – fragmen kuarsa putih susu, batuan ultra mafik, batuan
milihan dan batuan sedimen. Umumnya potensi kandungan emas dalam
endapan aluvial tua akan meningkat seiring dengan peningkatan
ukuran butiran endapan tersebut yang relatif lebih dalam dan dekat
dengan batuan dasar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar